Referensi kampus S2 Jurusan Computer and Networking, Cybersecurity, Network Security.

07/06/2017

Graduated/Postgraduated/Master Degree, beberapa keywords yang bisa kamu pakai jika ingin melakukan pencarian jenjang pendidikan S2 di luar negeri, perbedaan penyebutan jenjang tersebut kadangkala menyita waktu ketika melakukan pencarian di search Engine. Disini saya mencoba mereferensikan beberapa kampus bagi teman-teman yang ingin melanjutkan pendidikan S2 jurusan Computer and Networking, Cybersecurity, atau Network Security. Kampus ini adalah kampus yang masuk dalam rekomendasi LPDP hingga tahun 2016, di tahun 2017 LPDP memasukkan banyak list tambahan kampus yang bisa kamu daftar. Jika belum puas kamu bisa menggunakan website QS World University Ranking atau The Times Higher Education untuk mencari rating kampus. Usahakan memilih kampus berdasarkan jurusan, bukan berdasarkan negara atau tujuan lain :D.

Kedepanya jurusan Cybersecurity, Information Security, Network security, Financial Security akan sangat berkontribusi besar bagi sebuah negara dan menjadi pekerjaan yang menjanjikan. Seharusnya Indonesia sudah harus belajar dari peristiwa penyadapan informasi rahasia dari negara tetangga, pembobolan situs pemerintah, hijacking credit card beberapa nasabah perbankan, atau kasus penyebaran virus wannacry tempo hari. Walaupun Indonesia masih terbilang latah dengan cybersecurity dan belum fokus dengan masalah ini.

Saya pribadi mengaku kesulitan menemukan kampus yang pas sebagai target kuliah nanti, entah kapan yah? di Indonesia sendiri jurusan ini masih terbilang jarang, dari beberapa kampus yang saya coba cari hanya Binus yang menawarkan jurusan Cybersecurity itupun pada jenjang S1(Undergraduate) sedangkan rata-rata kampus Indonesia masih menawarkan jurusan Teknik Informatika (Informatics Engineering- Information Technology) atau Sistem Informasi (Information System), walaupun belakangan sudah ada kampus yang menawarkan jurusan manajemen Informatika. (mohon bantuan Informasi Lebih), padahal jurusan Computer Science atau Computer Engineering lebih seksi (in my Opinion).

Saya lulusan Diploma Computer and networking, namun sayang ketika melanjutkan jenjang ke S1 saya harus putar haluan ke Teknik Informatika, dan harus mengulang banyak, karena matakuliah yang beda. Apalagi di kota kecil ini :D. 

Saat memilih jurusan ini, kamu harus mencari dengan teliti, jangan heran jika jurusan yang kamu apply akan berada di departemen yang berbeda di tiap kampus. Misalnya saja, jurusan Computer and Networking bisa saja berada di bawah departemen Computer science, Computer engineering, Computer and Telecommunications, Electric Engineering, Computer and Information Communication Engineering, Computer Science and Engineering atau bahkan Natural Science. Banyak bukan? dan ini melelahkan. Satu lagi, mungkin jurusan kampus A akan sama dengan kampus B, misalnya Cybersecurity, tapi lagi-lagi kamu harus memastikan dengan mengunduh silabusnya karena bisa saja dua kampus itu memiliki course yang berbeda, contohnya jurusan Cybersecurity dibanyak kampus di USA itu menawarkan Computer Security and Information Assurance, Digital Forensics and Cybersecurity, atau System Information security dan banyak lagi.

kalau saya pribadi yang condong ingin mempelajari Computer and Network security/Computer and Networking mereferensikan 3 Kampus.

1. Carnegie Mellon Univeristy (CMU), CMU sendiri memiliki cabang kampus di Philadelphia (USA), Silicon Valley (USA), Adelaide (Australia) dan di Kobe (Dual degree). Di kampus ini kamu memiliki banyak pilihan diantaranya:
The Master of Science in Information Security (MSIS)
The Master of Science in Information Networking (MSIN)
Master of Science in Information Technology-Information Security (Kobe MSIT-IS)
Silabus : http://tinyium.com/37hJ

2. University of Technology Sydney (UTS) Australia, kampus ini menawarkan jurusan Master Of Science in Networking, ada yang extension atau memilih yang murni Internetworking. Silabus : http://tinyium.com/37hV

3. KAIST (Korea Advanced Institute Of Science and Technology), bisa dibilang ITB-nya Korea Selatan, kamu tak perlu khawatir karena kampus besar di Korea selatan banyak yang sudah menggunakan bahasa Inggris, apalagi kamu ambil kelas Internasional, atau paling tidak kamu bisa belajar bahasa Korea dulu.
Silabus : KAIST Electrical Engineering – http://tinyium.com/37hu

Sebagai tambahan yang tertarik mengenai Financial Security bisa mengambil Master’s Program in Financial Information Protection, Graduate School of Information Security di Yonsei University- Korea, jurusan yang jarang ditawarkan dari kampus lain. Silabus : http://tinyium.com/37iF

Jika masih kurang bisa kunjungi – http://tinyium.com/37iK

selamat mewujudkan mimpi kawand. Jika kalian ada Info atau ingin diskusi bisa tinggalkan pesan di kolom komentar. semoga kita bisa saling berbagi.

Advertisements

​Lantas, bagaimana Quran bisa sampai ditangan anda?

06/06/2017

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Al-hijr ayat 9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

If you don’t believe what Allah mention in His surah, you can stop here.

Kita skip bagaimana  penulisan Quran di atas pelepah kurma, tulang belulang, atau di atas kulit hewan. Inisiasi pengumpulan dan penulisan Quran oleh Abu Bakar hingga Utsman. Lalu kita bertanya, lantas, bagaimana Quran sampai ditangan Kita ?

Setelah kertas ditemukan oleh Ts’ai lun dari China tahun 105M dan mesin cetak ditemukan oleh Johannes Gutenberg dari Jerman tahun 1450, maka penemuan ini adalah kontribusi bagi manusia. Tahun 1452 Gutenberg memulai project pertamanya mencetak Al-kitab, namun akhirnya pendanaan projectnya dihentikan karena Ia diduga mencetak buku lain selain Al-kitab.

Pengkajian awal mula pencetakan Quran dilakukan oleh peneliti Jerman bernama, Prof. dr. Hartmut Bobzin, University of Erlangen-Nuremberg, Germany dan Prof. dr. August den Hollander, University of Amsterdam/Free University, The Netherlands pada tahun 2004. Mereka mengambil sumber penelitian sejarah cetakan Quran dari koleksi cetakan Quran yang pertama kali dicetak di Venezia (Italia) pada tanggal 9 agustus 1537- 09 Austus 1538, dari beberapa Quran yang tersebar di 7 perpustakaan di 4 negera Eropa yang berbeda, serta dari cetakan Quran yang telah diterjemahkan kedalam 8 bahasa yang berbeda. Penelitian ini mereka beri nama “Early Printed Korans, The Dissemination of the Koran in the west.

Sejarah mencatat bahwa ayah dan anak Paganino and Alessandro Paganini sebagai orang yang pertama kali mencetak Quran, rumor yang beredar bahwa cetakan Quran ini menghilang bahkan ada yang menulis bahwa Pope Clement VI telah membakarnya. Tapi sumber lain menyebutkan bahwa cetakan Quran ini mereka tawarkan kepada kesultanan Ottoman saat itu, namun cetakan mereka ditolak karena banyaknya kesalahan cetakan. salinan Quran cetakan Paganino Akhirnya ditemukan di biara di isola di san michele, Venezia, Italia tahun 1987.

Terjemahan Quran pertama kali ditulis dalam bahasa Latin, yang dikerjakan di kota Toledo oleh sarjana Inggris bernama Robert yang dikenal dengan nama Robertus Retrnensis atau Robert dari Chesfer dengan bantuan seorang Native Arab.

Terjemahan Quran kedalam bahasa Latin mendorong munculnya terjemahan Quran dalam bahasa Jerman, Itali dan bahasa Belanda. Hingga akhirnya banyak yang mencetak Quran, baik digunakan untuk belajar hingga kepentingan politik.

Tahun 1485, Sultan Bayezeid II, Kekaisaran Ottoman Turki, secara resmi melarang untuk mencetak buku maupun Quran di daerah kekuasaan Ottoman. Sultan menganggap bahwa mencetak Quran dengan menggunakan mesin sama halnya tidak menghargai Quran. Akibatnya kekuasaan Ottoman tidak mencetak buku apapun hingga abad ke 18. Baru sejak tahun 1727, percetakan pertama diizinkan beroperasi di wilayah kekaisaran Ottoman. Sultan Ahmed III menerbitkan dekrit yg berisi izin pendirian usaha percetakan kepada Ibrahim Muteferrika. Tetapi apa pun yg dicetak harus diawasi ketat oleh tiga pakar hukum dan agama. Al Quran pertama kali dicetak dibawah kekuasaan Islam pada Tahun 1787 di St. Petersburg, Rusia. Edisi cetakan ini lebih dikenal dengan nama edisi Malay Usmani. Pencetakan Quran secara modern pertama kali dikerjakan di Mesir antara tahun 1923-1925 (dimasa akhir runtuhnya kekaisaran Ottoman). Edisi Mesir ini menjadi mushaf standar dimana bacaan al-Qur’an sudah diseragamkan. Zaman modern sekarang percetakan Quran sudah dilakukan oleh banyak Negara dengan variasi huruf, bentuk cetakan Quran dan beberapa variasi tanpa merubah arti dan makna.

source :

-Early printed koran

-referensi lainya : Early Arabic Printing – A catalog Of Attitude -Michael W albin

-Hamam Faizin- menyusuri sejarah pencetakan Quran.